Potensi Genetik dan Produktivitas Ayam Gaok

iklan 336x280 atas
336x280 tengah
300x600

ayam gaok

Ayam Gaok merupakan plasma nutfah ayam lokal khas Madura yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Ciri spesifik ayam Gaok adalah warna bulu betina bervariasi dengan leher lurik hitam putih. Warna bulu jantan lebih seragam memiliki warna dasar kehijauan dengan bulu penutup dan bulu leher putih silver kekuningan, bulu ekor hitam kuning kehijauan (wido), shank dan paruh berwarna kuning.
gambar ayam gaok asli madura
gambar ayam gaok asli madura

Jengger dan pial berwarna merah terang berbentuk tunggal. Ayam Gaok dapat dimanfaatkan sebagai ternak fancy terutama untuk ayam jantannya karena performansnya yang cantik serta suara kluruknya yang khas. Selain itu, dapat digunakan sebagai ayam pedaging karena mempunyai bobot badan dan lingkar dada yang cukup besar. Bobot badan ayam Gaok jantan dapat mencapai 4 kg dan lingkar dadanya 42-45 cm.

Ayam Gaok juga dapat dijadikan sebagai terminal sire yaitu ayam jantannya disilangkan dengan ayam betina lokal lainnya yang mempunyai produksi telur tinggi dan jarak genetik yang jauh. Hal tersebut agar diperoleh efek heterosis positif serta mendapatkan performans dengan high breed vigor yang tinggi. Upaya pelestarian ayam Gaok perlu dilakukan mengingat populasi ayam Gaok terbatas.

produktifitas ayam gaok

Ayam Gaok memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai strain unggul ayam ras lokal nusantara. Pertumbuhan badan yang cepat dan tubuhnya yang besar (saat dewasa jantan mampu mencapai bobot 4-5 kg) menjadi faktor penting dalam produksi daging.  Sayangnya, pemanfaatan ayam Gaok oleh masyarakat Madura sendiri masih terbatas pada suara (seperti ayam pelung) atau dijadikan klangenan.  Sedangkan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi telur (yang saat ini antara 6-8 butir per clutch) bisa dikatakan hampir tidak ada sama sekali.

Potensi ayam Gaok sudah dibuktikan oleh Tim Peneliti Balitnak-Ciawi Bogor.  Sekitar Tahun 2000-an, mereka melakukan penelitian di Madura (terutama Sumenep dan Bangkalan) dan membawa beberapa ekor indukan untuk dijadikan koleksi.  Lebaran tahun lalu, saat penulis berkunjung ke Balitnak, populasi ayam Gaok di lembaga pemerintah ini mencapai lebih dari 1500 ekor.  Wowww!!! Bandingkan dengan populasi ayam Gaok di seluruh  Madura yang ditaksir hanya mencapai 2.000-an ekor saja.

Balitnak telah melaunching ayam KUB (Kampung Unggul Balitnak) yang memiliki produksi telur hingga 75%. Prestasi ini menempatkan ayam KUB sebagai ayam terunggul di Indonesia.  Untuk menghasilkan pure line Grand Parent Stock (nenek ayam), pihak Balitnak kemudian menyilangkan ayam KUB dengan ayam Gaok-Madura.  Diharapkan nantinya ayam hasil persilangan inilah yang akan dinyatakan sebagai ayam unggul ras Indonesia/lokal nusantara.

artikel pernah diterbitkan di website “DISNAK JATIM Tahun 2014
336x280

Post a Comment

0 Comments