mengenal tanaman jahe dan cara budidaya jahe

JAHE (Zingiber officinale)


Jahe  merupakan  tanaman  obat  berupa  tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar  dari  India  sampai  Cina.
mengenal jahe dan cara menanam tumbuhan jahe
mengenal dan cara menanam tumbuhan jahe
Oleh  karena  itu  kedua bangsa  ini china dan india  disebut sebut  sebagai  bangsa  yang  pertama  kali memanfaatkan tanaman   jahe   terutama   sebagai   bahan   minuman, bumbu  masak  dan  obat-obatan  tradisional.  Jahe  termasuk dalam  suku  temu-temuan (Zingiberaceae),  sefamili dengan temu-temuan lainnya seperti  temu  lawak (Cucuma xanthorrizha),  temu  hitam  (Curcuma  aeruginosa),  kunyit (Curcuma  domestica),  kencur (Kaempferia    galanga), lengkuas  (Languas  galanga)  dan  lain-lain. Orang Lampung menyebutnya  jahi .  Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari  kata  Yunani,    zingiberi,  dari bahasa Sansekerta,  singaberi. Rimpangnya  berbentuk  jemari  yang menggembung  di  ruas-ruas  tengah.  Rasa  dominan  pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Batang  jahe

batang tumbuhan jahe
batang tumbuhan jahe

Batang  jahe  merupakan  batang  semu  dengan  tinggi 30  hingga 100  cm. Akarnya  berbentuk  rimpang  dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun  menyirip  dengan  panjang  15  hingga  23 mm  dan  panjang  8  hingga  15  mm.  Tangkai  daun  berbulu halus. Rimpang  jahe,  terutama  yang  dipanen  pada  umur yang  masih  muda  tidak  bertahan  lama  disimpan  di  gudang. Untuk itu diperlukan pengolahan secepatnya agar tetap layak dikonsumsi. Beberapa hasil pengolahan jahe yang terdapat di pasaran, yaitu: jahe segar, jahe kering, awetan jahe, jahe bubuk, minyak jahe, oleoresin jahe.



jenis jenis jahe


Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :

1.Jahe  putih/kuning besar

Jahe  putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak : Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas  rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya.
jenis jahe gajah atau Jahe  putih kuning besar
jenis jahe gajah atau Jahe  putih kuning besar

 Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.

2.Jahe  putih/kuning  kecil

 Jahe  putih/kuning  kecil atau  disebut  juga  jahe  sunti atau  jahe  emprit  :  Ruasnya  kecil,  agak  rata  sampai agak  sedikit  menggembung.
jenis jahe emprit atau Jahe putih kuning kecil
jenis jahe emprit atau Jahe putih kuning kecil


  Jahe  ini  selalu  dipanen setelah berumur tua.  Kandungan minyak atsirinya lebih besar  dari  pada  jahe  gajah,  sehingga  rasanya  lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan  obat-obatan,  atauuntuk  diekstrak  oleoresin dan minyak atsirinya.

3.Jahe  merah

 jenis jahe merah Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil.
ciri ciri jenis jahe merah
jenis jahe merah

sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki  kandungan  minyak  atsiri  yang  sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.

Syarat Tumbuh jahe

berikut ini adalah syarat syarat jahe agar bisa tumbuh optimal
  • Curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun.
  •  Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari.

Penyemaian Bibit jahe:


Sebaiknya bibit jahe dikecambahkan  terlebih dahulu. Penyemaian dapat dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan. berikut ini adalah cara cara penyemaian bibit jahe.

1.Penyemaian jahe pada  peti  kayu  :

penyemain jahe dengan peti kayu
penyemain jahe dengan peti kayu
Rimpang  jahe  yang  baru dipanen   dijemur   sementara   (tidak   sampai   kering), kemudian   disimpan   sekitar   1-1,5   bulan.   Patahkan rimpang    tersebut    dengan    tangan    dimana setiap potongan  memiliki  3-5 mata tunas  dan dijemur ulang 1/2-1  hari.



2.Penyemaian  jahe pada  bedengan  :
penyemain jahe
penyemain jahe
Selanjutnya  potongan  bakal  bibit  tersebut dikemas  ke  dalam  karung beranyaman  jarang,   lalu dicelupkan  dalam  larutan  fungisida dan zat  pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. Setelah itu masukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan  peti  kayu  sebagai  berikut:  pada  bagian  dasar peti  kayu  diletakkan bakal  bibit  selapis,  kemudian  di atasnya  diberi  abu  gosok  atau  sekam  padi,  demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut.  Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah disemai.
  Buat  rumah  penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam  bibit 1 ton (kebutuhan  jahe  gajah  seluas  1  ha).  Di dalam  rumah penyemaian  tersebut  dibuat bedengan  dari  tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan  jerami  lalu ditutup  jerami,  dan di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula,  demikian seterusnya, sehingga didapatkan  4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami.  Perawatan bibit  pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman  setiap  hari  dan  sesekali disemprot  dengan fungisida.  Setelah  2  minggu,  biasanya  rimpang  sudah bertunas.  Bila  bibit  bertunas  dipilih  agar  tidak  terbawa bibit  berkualitas  rendah..  Bibit  hasil  seleksi  itu  dipatah-patahkan  dengan  tangan  dan  setiap  potongan  memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 40-60 gram.

3.Penyiapan Bibit jahe:


Sebelum  ditanam,  bibit  harus  dibebaskan  dari  ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam.

proses pencelupan bibit jahe  ke dalam larutan fungisida
proses pencelupan ke dalam larutan fungisida
Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah ditanam.

4.Pengolahan Tanah jahe


Pengolahan  tanah  diawali  dengan  dibajak  sedalam  kurang lebih  30  cm, setelah itu tanah dibiarkan  2-4 minggu  agar gas-gas  beracun  menguap  serta  bibit  penyakit  dan  hama akan  mati  terkena  sinar  matahari.    Sebelum  tanam  berikan pupuk kandang dengan dosis 1.500 -2.500 kg.

pengolahan tanah tanaman jahe
pengolahan tanah tanaman jahe
  Pada tanah dengan kriteria, pH <4, dibutuhan dolomit > 10 ton/ha; pH 5 (asam): kebutuhan dolomit 5.5 ton/ha; pH 6 (agak asam) kebutuhan dolomit 0.8 ton/ha.Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek, sebaiknya tanah  diolah  menjadi  bedengan-bedengan.  Selanjutnya buat lubang-lubang   kecil   atau   alur   sedalam   3-7,5   cm   untuk menanam bibit.

5.Penanaman jahe.


Penanaman jahe sebaiknya  dilakukan  secara  tumpangsari, dengan pertimbangan: mengurangi     kerugian yang disebabkan naik turunnya harga, menekan  biaya kerja, meningkatkan  produktivitas  lahan.  memperbaiki  sifat  fisik  tanah. 
menanam bibit jahe
menanam bibit jahe
Cara  tanam  dengan  cara  melekatkan  bibit  rimpang secara  rebah  ke  dalam  lubang  tanam  atau  alur  yang  sudah disiapkan. Perioda Tanam  tanam  jahe sebaiknya pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober.

cara Pemeliharaan Tanaman jahe


1.Penyulaman tanaman jahe :  Sekitar 2-3 minggu setelah tanam jahe, bila ada rimpang yang mati segera lakukan penyulaman

2.Penyiangan tanaman jahe  :  Penyiangan jahe pertama dilakukan pada umur 2-4 minggu kemudian  dilanjutkan  3-6 minggu sekali.  tergantung  pada  kondisi  tanaman  pengganggu yang   tumbuh.   Setelah  jahe  berumur   6-7   bulan, sebaiknya  tidak  perlu  dilakukan  penyiangan  lagi,  sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai besar.

3.Pembubunan  :  tujuan  pembubunan  untuk  menimbun rimpang   jahe   yang   kadang-kadang   muncul   ke   atas permukaan  tanah.    Apabila  tanaman  jahe  masih  muda, cukup tanah dicangkul  tipis di sekeliling rumpun dengan jarak  kurang  lebih  30  cm.    Pada  bulan  berikutnya  dapat diperdalam   dan   diperlebar   setiap   kali   pembubunan. Umumnya  pembubunan  dilakukan  2-3  kali  tergantung kepada kondisi tanah dan banyaknya hujan.

4.Pemupukan tanaman jahe ;  Selain pupuk  dasar  (pada  awal penanaman),  tanaman  jahe  perlu  diberi  pupuk  susulan kedua  (pada  saat  tanaman  berumur  2-4  bulan).  Pupuk dasar  yang  digunakan  adalah  pupuk  organik  15-20 ton/ha.   Pemupukan   tahap   kedua   digunakan   pupuk kandang  dan  pupuk  buatan  (urea  20  gram/pohon;  TSP 10  gram/pohon;  dan  ZK  (10  gram/pohon),  serta  K2O (112  kg/ha)  pada  tanaman  yang  berumur  4  bulan. Pemupukan  juga  dilakukan  dengan  pupuk  nitrogen  (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan  pada  awal  tanam,  pupuk  N  dan  K  diberikan pada  awal  tanam  (1/3  dosis)  dan  sisanya  (2/3  dosis) diberikan  pada  saat  tanaman  berumur  2  bulan  dan  4 bulan.   Pupuk   diberikan   dengan   ditebarkan   secara merata  di  sekitar  tanaman  atau  dalam  bentuk  alur  dan ditanam di sela-sela tanaman.

5.Pengairan   dan   Penyiraman :   Tanaman   Jahe   tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhannya,  akan  tetapi  pada  awal  masa  tanam diusahakan  penanaman  pada  awal  musim  hujan  sekitar bulan September.

6.Waktu Penyemprotan Pestisida : Penyemprotan pestisida sebaiknya  dilakukan  mulai  dari  saat penyimpanan  bibit untuk     disemai     dan     pada     saat     pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada    fase    pemeliharaan biasanya  dicampur  dengan  pupuk  organik  cair  atau vitamin-vitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.

Hama/ Penyakit dan Pengendalian tanaman jahe


Hama yang dijumpai pada tanaman jahe adalah:


(1)Kepik,   menyerang   daun   tanaman   hingga   berlubang-lubang.

(2)Ulat  penggesek  akar,  menyerang  akar  tanaman  jahe hingga  menyebabkan  tanaman  jahe  menjadi  kering  dan mati,

(3)Kumbang

Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman jahe adalah:


Penyakit layu bakeri.

 Penyakit  ini  menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling

berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab.

Penyakit busuk rimpang

Penyakit  ini  dapat  masuk  ke  bibit  rimpang  jahe  melalui lukanya.  Ia  akan  tumbuh  dengan  baik  pada  suhu  udara  20-25 0C   dan   terus      berkembang   akhirnya   menyebabkan rimpang menjadi busuk.



Penyakit bercak daun

Penyakit  ini  dapat  menular  dengan  bantuan  angin,  akan masuk melalui luka maupun tanpa luka.  Dengan gejaladaun yang  bercak-bercak  berukuran  3-5  mm,  selanjutnya  bercak-bercak  itu berwarna  abu-abu  dan  ditengahnya  terdapat bintik-bintik  berwarna  hitam,  sedangkan  pinggirnya  busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati.

Pengendalian penyakit jahe secara organik


Pengendalian  dengan  bahan-bahan yang ramah lingkungan dilakukan secara terpadu dikenal PHT  (Pengendalian  Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb:

  • Mengusahakan  pertumbuhan  tanaman  yang  sehat  yaitu memilih  bibit  unggul  yang  sehat  bebas  dari  hama  dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman
     
  • Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami
  • Menggunakan    varietas-varietas    unggul    yang    tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
  • Menggunakan  pengendalian  fisik/mekanik  yaitu  dengan tenaga manusia.
  • Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya  tumpang  sari  dengan  pemilihan  tanaman  yang saling  menunjang,  serta  rotasi  tanaman  pada  setiap masa  tanamnya  untuk memutuskan  siklus  penyebaran hama dan penyakit potensial.
  • Penggunaan  pestisida,  insektisida,  herbisida  alami  yang ramah  lingkungan  dan  tidak  menimbulkan  residu  toksik baik  pada  bahan  tanaman  yang  dipanen  ma  maupun pada  tanah.  Disamping  itu  penggunaan  bahan  ini  hanya dalam   keadaan   darurat   berdasarkan   aras   kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan.

Beberapa   tanaman   yang   dapat   dimanfaatkan   sebagai pestisida  nabati  dan  digunakan  dalam  pengendalian  hama tanaman jahe antara lain adalah: tembakau, bengkuang, jeringau dll.



Pemanenan tanaman jahe

  • pemanenan jahe Dilakukan pada umur 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun  berubah  dari  hijau  menjadi  kuning  dan  batang semua  mengering,  seperti  jahe  gajah  akan  mengering pada umur 8 bulan dan akan berlangsung selama 15 hari atau lebih.
  • Cara panen jahe yang baik, tanah dibongkar dengan hati-hati dengan  alat  garpu  atau  cangkul  lalu  tanah  dan  kotoran  yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci.  Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang  selama 1 minggu.
  • Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan  penumpukannya jangan terlalu tinggi tetapi disebar.

Leave a Reply to "mengenal tanaman jahe dan cara budidaya jahe"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel