mengenal Musik Calung Banyumasan

halo kawan kawan semuanya, kali ini ely setiawan akan membahas tentang calung banyumasan. alat musik calung banyumasan adalah alat musik yang Semua terbuat dari bambu hitam [pring wulung] ditambah kendang kayu biasa.


Kata calung sendiri adalah kependekan dari carang ‘pring’ wulung yang berarti ranting ‘bambu’ hitam atau dicacah melung-melung artinya dipukul terus menerus mengeluarkan bunyi indah bergaung, menerapkan laras [tangga nada] Slendro 1 ji 2 ro 3 lu 5 ma 6 nem.

calung banyumas 


Alat musik calung ini terbuat dari potongan bambu yang diletakkan melintang dan dimainkan dengan cara dipukul. Perangkat musik khas Banyumasan yang terbuat dari bambu wulung mirip dengan gamelan Jawa, terdiri atas gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong, gong dan kendang.
bermain calung banyumasan
calung banyumasan

Selain itu, ada juga Gong Sebul dinamakan demikian karena bunyi yang dikeluarkan mirip gong tetapi dimainkan dengan cara ditiup (sebul), alat ini juga terbuat dari bambu dengan ukuran yang besar. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lazim disebut sinden. berikut contoh pagelaran calung banyumasan


Calung dimainkan secara lincah dan dinamis, Calung Banyumas terdiri dari:

  • Gambang Barung
  • Gambang Penerus
  • Dhendhem
  • Kenong
  • Gong Bumbung

contoh 1 set calung banyumas
contoh 1 set calung banyumas


asal usul Musik Calung Banyumas


alat musik calung banyumasan
calung banyumasan

Asal usul musik calung banyumasan berasal dari Musik bongkel yang selama ini disebut-sebut sebagai cikal-bakal angklung dan calung Banyumas. Anggapan ini cukup beralasan, sebab bila dimati
secara cermat, antara keduanya sebagaian besar mengacu pada bongkel. Hal ini terlihat jelas pada bentuk fisik instrumen, bahan baku, proses pembuatan, system pelarasan, struktur komposisi,dan teknik permainan dari beberapa instrumen.
Bongkel calung banyumas  adalah angklung banyumas
Bongkel adalah angklung banyumas


Bongkel adalah salah satu bentuk musik rakyat yang terdapat di desa Gerduren, Banyumas (Jawa Tengah). Bongkel adalah angklung banyumas yang ukurannya besar terdiri dari empat nada bernada 2 ro 3 lu 5 ma 6 nem disertai Gong Bumbung tentu saja hanya melantunkan gendhing khusus yang tumbuh dan berkembang di Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati. Bongkel dianggap sebagai pendahulu Calung.

Musik ini didukung sebuah instrumen perkusi (sejenis angklung bambu), berlaras slendro.
Dalam satu bingkai terdapat empat tabung nada berbeda. Cara memainkan digoyang dan digatarkan menggunakan kedua tangan, serta diikuti tutupan jari-jari tertentu untuk menentukan nada.

Karakteristik permainan bongkel terletak pada jalinan ritmis antara keempat tabung nada. Dalam
perkembangannya bentuk jalinan-jalinan ini mengilhami lahirnya lain yang sejenis yaitu angklung, krumpyung dan calung.

Bongkel pada awalnya berfungsi sebagai musik hiburan petani ketika berada di ladang, dan dalam perkembangannya kini bergeser menjadi musik jalanan (ngamen) dan musik ronda (jaga malam). Secara musikal bongkel memiliki teknik permainan tinggi, unik, khas, dan tidak ada duanya baik di
Banyumas, maupun di daerah Indonesia.

Berdasarkan analisis fisik, musikalitas, dan fungsi dapat diketahui bahwa bongkel termasuk musik bambu tertua di Banyumas. Setelah melalui proses perjalanan panjang genre musik ini diduga mendapat pengaruh gamelan kemagan dan ringgeng yakni perangkat gamelam kecil yang biasa digunakan untuk mengiringi lengger dan ebeg. Dari bongkel berkembang menjadi buncis,
dari buncis berkembang menjadi krumpyung, dan dari krumpyung menjadi calung.
memainkan calung banyumasan
memainkan calung banyumasan


Masyarakat banyumas mengenal musik calung sampai dengan sekarang. 

peranan calung


peranan calung sangat besar terutama Pada masa awal penyebaran Islam, seni calung sering dipadu dengan lengger (le = thole = sebutan untuk anak laki-laki, dan ngger = angger = sebutan untuk anak perempuan). Seni calung digunakan sebagai alat untuk memanggil atau mengumpulkan anak-anak untuk diberikan pengetahuan baru yaitu tentang ajaran Islam. Seni calung berkembang di wilayah Banyumas. Wilayah Banyumas adalah wilayah budaya kulonan yang memiliki karakteristik cenderung apa adanya (blaka suta), lugu dan aksen ngapak. Ciri khas ini tercermin pada syair-syair lagu yang dipadu dengan irama musik calung serta senggakan-senggakan yang terkesan vulgar.

alat musik banyumas selain calung 

Gondoliyo

Gondoliyo  adalah Bongkel ditambah Kedang berkembang dari Kecamatan Rawalo.
gondoliyo banyumasan
gondoliyo banyumasan

Gumbeng

alat musik Gumbeng terdiri dari potongan ruas bambu dengan nada tertentu yang diletakkan di atas kaki yang duduk selonjor masih dilestarikan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, alat yang sama dikembangkan di Gunung Kidul D.I.Y. bersama alat musik Rinding.
Gumbeng banyumasan
Gumbeng banyumasan

Kaster siteran

Kaster terdiri dari tiga alat: Kendang kotak kayu [dulu kotak ‘peti kemas’ sabun] yang diberi tali karet melitang dengan nada mirip Selo petik menirukan irama kendang ditambah Siter dan Gong ‘bambu’ Bumbung memainkan langgam jawa, masih berkembang di Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati, Banyumas.
kaster-siteran banyumasan
kaster-siteran banyumasan

Leave a Reply to "mengenal Musik Calung Banyumasan"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel