menyembelih ayam yang benar

Posisi menyembelih ayam yang dianjurkan

Untuk memperoleh hasil sembelihan yang sempurna yaitu terpotongnya 3 saluran yang disyaratkan serta memenuhi kaidah ihsan, sangat dipengaruhi oleh posisi juru sembelih dan posisi ayam saat dipotong.
cara memotong ayam yang benar
cara memotong ayam yang benar

Petugas pada proses menyembelih ayam yang disarankan adalah :
  1.   memotong ayam secara manual, pemotongan ayam sebaiknya dilakukan oleh dua orang, dimana satu orang bertugas memegang ayam dengan cara dibalik (kepala dibawah) dan satu orang bertugas menyembelih.
    cara menyembelih atau memotong yang benar memegang ayam dengan cara dibalik
    memegang ayam dengan cara dibalik
  2. Jika juru sembelih hanya sendiri dapat menggunakan alat bantu berbentuk corong (killing/ slaughter cone) sehingga ayam berada pada posisi yang nyaman dan kedua tangan juru sembelih dapat dipergunakan untuk menahan/memegang kepala dan menyembelih. Killing cone ialah alat berbentuk kerucut yang bisa digunakan untuk membantu proses menyembelih ayam dengan cara yang lebih mudah dan lebih praktis. Kepala ayam dimasukkan ke dalam corong dengan posisi dada menghadap juru sembelih.  Berbeda pada Rumah Potong Hewan Unggas, saat proses pemotongan ayam berada dengan posisi kaki tergantung pada ban berjalan (belt conveyor).

Posisi juru sembelih dan posisi ayam yang disarankan
Posisi juru sembelih menghadap kiblat kemudian ayam digantung terbalik dengan posisi dada menghadap juru sembelih. Tangan kiri juru sembelih dipergunakan untuk memegang kepala ayam dimana ibu jari menekan jakun ayam  (larynx) dan tangan kanan melakukan proses penyembelihan.

Cara memegang jakun seperti ini untuk mencegah agar sayatan tidak terlalu mendekati kepala dan menjauhkan ibu jari dari pisau, dengan demikian ketiga saluran dapat tersayat dengan sempurna.

Posisi juru sembelih dan posisi ayam yang kurang tepat
Posisi juru sembelih dan posisi ayam menghadap kiblat (ayam digantung pada kakinya dengan posisi membelakangi juru sembelih). Pada posisi ini, kepala ayam harus diputar ke kanan searah jarum jam agar leher dapat dijangkau oleh pisau.  tindakan memutar leher dan kepala seperti ini tidak sesuai dengan prinsip ihsan dalam penyembelihan karena berpotensi menyakiti ayam akibat leher yang terpelintir serta berpotensi menyebabkan dislokasi persendian antar tulang leher.

Selain itu, pada pemotongan dengan metode ini, sering sekali dijumpai ada satu buluh darah yang tidak terpotong yaitu arteri carotis kanan karena posisinya jauh terhadap pisau. Sayatan yang terlalu ke atas dapat memotong pangkal lidah sehingga semua saluran yang wajib terpotong masih utuh. (***)

CARA PENYEMBELIHAN SESUAI PERSYARATAN HALAL

Berikut ini adalah tahapan penyembelihan yang memenuhi persyaratan halal :
  1. Penyembelih  harus beragama Islam, dewasa  (baligh) dan berakal sehat.
  2. Memastikan bahwa ayam yang akan disembelih harus dalam keadaan hidup, sehat, dan bersih serta disunnahkan untuk dihadapkan ke arah kiblat.
  3. Penyembelih  melafazkan “Bismillahi Allahu Akbar” atau “Bismillahirrahmanirahiim” saat menyembelih unggas. Hal yang tidak diperbolehkan adalah menyembelih sambil makan, minum, merokok atau aktivitas lain yang menyebabkan lalai dalam mengucapkan basmalah.
  4. Melakukan penyembelihan pada pangkal leher unggas dengan memutuskan saluran pernafasan (trakhea/hulqum), saluran makan (esofagus/mari’) dan dua urat lehernya (pembuluh darah di kanan dan kiri leher/wadajain) dengan sekali sayatan tanpa mengangkat pisau. Proses penyembelihan dilakukan dari leher bagian depan diantara ruas tulang leher ke 2 dan ke 3 serta tidak memutus tulang leher .
    menyembelih ayam yang benar
    menyembelih ayam yang benar
     Pisau yang digunakan harus setajam mungkin dan dalam keadaan bersih. Memastikan bahwa  matinya ayam disebabkan oleh penyembelihan tersebut.
  5. Darah ayam dibiarkan keluar dengan waktu minimal 3 menit sebelum proses berikutnya (lebih baik dalam posisi digantung untuk memaksimalkan pengeluaran darah).
  6. Ayam yang akan masuk kedalam proses perendaman air panas harus dipastikan sudah mati (tidak ada reflek kornea mata dan darah berhenti memancar). Pada pemotongan skala industri, harus diperhatikan kecepatan konveyor dan jarak ke tempat pencelupan air panas.
  7. Proses penanganan selanjutnya dilakukan dengan kondisi yang bersih agar tidak terjadi kontaminasi bakteri, najis atau bahan haram.

Sumber : Majalah Jurnal Halal edisi 127

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "menyembelih ayam yang benar"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel