Latest Posts

ketika rencana tidak sesuai dengan harapan


Sebagai manusia, sering kali kita berencana. Kita mendamba, kita bermimpi, kita berharap. Semua ada dalam lingkup rencana kita, rencana yang kita susun sedemikian rupa, rencana yang kita rangkai dengan sempurna. Rencana yang kita inginkan menjadi nyata, tiba-tiba tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, pasti kita merasa sedih, kecewa, dan marah?

ketika rencana tidak sesuai dengan harapan
ketika rencana tidak sesuai dengan harapan

Begitulah serapi apapun, secermat apapun, dan sebaik apapun rencana yang telah kita tata, tetaplah Allah yang berhak menentukan. Maka, ketika kita kecewa jangan sampai kekecewaan itu menjadikan kita berburuksangka terhadap ketentuan takdir Allah, karena Allah sangat tahu apa yang paling baik untuk kita, dan jangan pernah kita menyalahkan takdir jika apa yang kita inginkan atau kita rencanakan tak sesuai dengan kenyataan yang ada.
Allah selalu memiliki rencana yang indah untuk dirimu
Allah selalu memiliki rencana yang indah untuk dirimu


Manusia memang boleh berharap dan berencana tentang apa saja, tetapi Allah jugalah yang menetapkan segalanya dan menentukan hasil akhirnya. Ini berlaku bagi siapa saja. kita hanya bisa menyikapinya dengan cara berdoa, berharap, bertawakal dan menerima dengan lapang dada,

Allah lah yang menentukan usia, rezeki, jodoh dan segala ketetapan lain atas dirinya, termasuk datangnya musibah atau kekecewaan. Namun kadang kita mengeluh dan tidak menyukai ketetapan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginan kita.


Firman Allah Ta'ala :
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al Baqarah {2] : 216)

Karena itu, usahakanlah untuk selalu berbaiksangka terhadap segala ketentuan-Nya. Bukankah kita bisa dengan mudahnya berbaiksangka menerima ketentuan-Nya yang baik-baik dan yang menyenangkan kita? Sebaliknya, kitapun harus dengan mudah berbaiksangka terhadap segala ketentuan-Nya yang kurang baik atau yang tidak menyenangkan kita.
Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)

llah Ta’ala berfirman,

سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7) Ibnul Jauziy, Asy Syaukani dan ahli tafsir lainnya mengatakan, “Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.” Ibnu Katsir mengatakan, ”Janji Allah itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

“Bersama kesulitan, ada kemudahan.” Oleh karena itu, masihkah ada keraguan dengan janji Allah dan Rasul-Nya ini?

Semoga Bermanfaat..
Mas Ely
Ely setiawan asal banyumas, seorang mahasiswa peternakan, pemilik blog elysetiawan.com dan elyjawa.blogspot.com

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter