faktor penentu Kualitas Susu sapi saat pemerahan

Pada saat susu keluar setelah diperah,susu merupakan suatu bahan yang murni, higienis, dan bernilai gizi tinggi. Setelah beberapa saat berada dalam suhu kamar, susu sangat peka terhadap pencemaran sehingga dapat menurunkan kualitas susu.  Syarat-syarat untuk mendapatkan air susu berkualitas tinggi adalah : air susu harus benar-benar sehat, mempunyai warna, bau dan rasa yang baik, tinggi kadar gizinya dan mempunyai ketahanan bila disimpan dalam waktu yang cukup. Berikut ini adalah hal hal yang mempengaruhi kualitas susu.

Kualitas susu dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :

a. Keadaan kandang  

 
hal hal yang mempengaruhi kualitas susu sapi

Kandang yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
 (1) Letak kandang harus bebas dari kandang babi, ayam dan ternak lainnya. Hal ini maksudnya untuk menjaga flavour (rasa dan bau), karena air susu mudah sekali menyerap bau.
(2) Konstruksi kandang yang baik adalah dari papan atau beton.
(3) Ventilasi kandang harus baik, agar sirkulasi
udara dapat berjalan dengan baik
(4) Harus ada tempat penimbunan kotoran dan terletak jauh dari kandang. 

b. Keadaan kamar susu : 

 (1) Kamar susu berfungsi untuk menyimpan air susu sementara sebelum dibawa ke pusat pengumpulan susu ( milk col ecting centre ) atau kekonsumen.
(2) Sebaiknya kamar susu terhindar dari bau kandang yang tidak enak, dan ukuran kamar susu tidak perlu terlalu luas tetapi bersih.

 c. Kesehatan sapi

  Kesehatan sapi harus selalu dijaga. Penyakit yang bisa ditulari sapi kepada manusia dan sebaliknya ( zoonosis ) melalui air susu adalah penyakit TBC, Anthrax, dan Brucellosis. Tandatanda sapi yang terserang penyakit anthrax antara lain adalah keluarnya darah dari hidung dan feses, sedangkan penyakit anthrax pada manusia menyebabkan  bisul-bisul   pada   tubuh.  Penyakit  Brucellosis pada sapi dapat menyebabkan abortus (keguguran) pada sapi.

d. Kesehatan pemeliharaan sapi

  Kesehatan pemeliharaan sapi dapat mempengaruhi kualitas air susu sapi. Bila pekerja/pemelihara sapi menderita TBC atau typus, maka penyakit tersebut akan menular melalui air susu kepada konsumen air susu lainnya.

 e. Cara pemberian pakan sapi 

 Pemberian pakan sapi sebaiknya dilakukan tidak pada waktu pemerahan susu, karena aroma dari pakan ternak dapat diserap oleh air susu. 

f. Persiapan sapi yang akan diperah 

sapi yang akan diperah:  30 menit -1 jam sebelum sapi diperah, sebaiknya disekitar lipat paha sapi dibersihkan. Ambingnya dilap dengan kain yang dibasahi dengan larutan desinfektan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kontaminasi dan menstimulir memancarnya air susu sapi.

g. Persiapan pemerah  

pemerahan susu sapi
pemerahan susu sapi
Sebelum memerah air susu, tangan pemerah harus dicuci bersih, begitu pula alat-alat yang digunakan pemerah pada saat memerah air susu. Jumlah kuman yang dapat terkoreksi adalah 150 – 200 ribu/ml air susu.

 h. Bentuk dari ember

  Ember yang digunakan pada waktu pemerahan adalah ember khusus, dimana ember tersebut agak tertutup, hanya diberi lubang sedikit.

 i. Pemindahan air susu dari kandang 

 Setelah memerah, air susu dibawa ke kamar susu. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari agar air susu tersebut tidak berbau sapi ataupun kotoran.

 j. Penyaringan air susu 

 Untuk menghilangkan kotoran-kotoran dari air susu, sebaiknya air susu disaring dengan menggunakan saringan yang memakai filter kapas atau kain biasa yang dicuci dan direbus setiap kali habis dipakai. 

k. Cara pendinginan air susu   

Sebaiknya setelah diperah, air susu langsung didinginkan. Hal ini dimaksudkan agar dapat menghambat dan mengurangi perkembangan kuman. Air susu sebaiknya didinginkan maximum 7C dan minimum 4 C.

L. Cara pencucian alat-alat

  Untuk memperoleh alat-alat yang bersih, cucilah alat-alat dengan air dingin atau hangat supaya sisa-sisa susu hilang. Kemudian cuci dengan air sabun yang  hangat, disikat  dan  dibilas.  Alat-alat  tersebut kemudian direndam dengan air mendidih selama 2 – 3 menit atau diuapkan selama 30 detik. 

m. Pengawasan terhadap lalat 

 Pengawasan terhadap lalat perlu sekali dilakukan. Hal ini dimaksud selain untuk mengurangi jumlah kuman, juga untuk menjaga agar sapi tidak gelisah. Bila pengawasan terhadap lalat dilaksanakan sebaik mungkin, setidaktidaknya jumlah kuman akan dapat ditekan.

0 Response to "faktor penentu Kualitas Susu sapi saat pemerahan"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel