Cara Meningkatkan Nutrisi Jerami

Cara Meningkatkan Nutrisi Jerami

secara umum di Indonesia ketersediaan hijauan pakan sangat dipengaruhi oleh iklim, yaitu pada musim penghujanhijauan sangat melimpah, sedangkan pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak.
meningkatkan nutrisi jerami padi
meningkatkan nutrisi jerami

 jerami padi

Saat panen raya padi biasanya banyak jerami padi yang terbuang percuma, karena dibakar oleh petani di persawahan. Jerami lebih sering dimanfaatkan sebagai pakan cadangan saat rumput segar/rumput hijau susah didapatkan. Hal ini karena peternak sudah sangat menyadari jika jerami merupakan salah satu bahan pakan ternak yang kurang bermutu.
kandung nutrisi utama dalam jerami adalah yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan oleh sapi. selulosa terselubung oleh dinding keras, yakni silika dan lignin. Sehingga selulosa sulit diembusi oleh getah pencernaan ternak sapi.

Kelemahan Jerami Padi

  1. Kandungan nutrisi yang rendah, misalnya kandungan protein jerami 3-5 %, sedangkan protein rumput gajah mencapai 12-14%
  2. Rendahnya kecernaan yang disebabkan oleh: terdapat lignin sekitar 6-7%, mengandung silikat 13 % : Silikat dan lignin ini bagaikan kaca pelapis, yang melapisi zat-zat yang berguna dan bernilai energi tinggi seperti protein, selulose, hemiselulose dan Ikatan serat di dalamnya juga sangat kuat
  3. Nilai cernanya jerami padi hanya sekitar 30%. Artinya, bila dihabiskan 10 kg jerami, maka hanya 3 kg saja yang bisa dicerna. Namun, dengan bertambahnya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, khususnya pakan ternak, maka nilai cerna jerami yang rendah tadi bisa ditingkatkan menjadi lebih dari 50%. berikut adalah caranya

Penggunaan Urea pada jerami padi

cara yang paling umum adalah dengan penggunaan urea pada jerami padi, atau bisas disebut amoniasi.Amoniasi merupakan suatu cara pengolahan jerami padi secara kimiawi dengan menggunakan gas amonia. Proses pencampuran jerami dengan urea dilakukan dengan cara sebagai berikut. Jerami yang akan dicampur harus ditimbang terlebih dahulu. Jerami bisa dalam keadaan kering ataupun basah (segar). Untuk jerami kering, urea yang digunakan harus dilarutkan ke dalam air terlebih dahulu. Setiap 100 kg jerami kering dibutuhkan 100 liter air sebagai pelarut urea.

Sedangkan untuk jerami segar, urea tak perlu dilarutkan ke dalam air. Kebutuhan urea untuk jerami basah (segar) adalah 10 % dari berat jerami kering.

Sebagai misal, berikut ini dikemukakan perhitungan pencampuran jerami basah, dengan urea yang berat jeraminya 500 kg dan kadar air jerami basah di ketahui 75 %. Jerami basah sebanyak 500 kg sama dengan jerami kering 500-(500x75%) = 125 kg. Hal ini berarti bahwa jerami basah sebanyak 500 kg di perlukan campuran urea 125x10/100=12,5kg.

Cara mencampur:
Jerami ditebarkan kurang lebih 10 cm. Selanjudnya urea yang akan dicampurkan ditebarkan sedikit demi sedikit. Kemudian lapisan jerami yang berada diatas lapisan pertama yang telah ditebari urea tadi ditebarkan jrami lagi, demikian seterusnya.

Menggunakan Tetes/molase


cara ni biasa disebut fermentasi. Jerami padi ini dibuat dengan cara difermentasikan selama 24 jam.
prosesnya sangat sederhana, yaitu jerami dipotong-potong, kemudian dicampur air dan tetes dengan perbandingan 2:1.
Proses pembuatan pakan ternak fermentasi pada jerami sama prinsipnya membuat dengan tape. Menggunakan ragi atau rumen supaya bisa dicerna oleh ternak.
 Cara pembuatanya adalah berikut ini :

Siapkan ember, gudang penyimpanan (lantai tanah), jerami padi 500 kg, air, dan Starbio Rami Pluss 1 kg

proses pembuatan :
  •     Siapkan jerami kemudian tebar ke tempat yang telah disediakan (usahakan lantai tanah).
  •     Tumpuk jerami dan kemudian dipadatkan dengan diijak-injak, sampai ketinggian 20cm.
  •     Lakukan penyiraman hingga jerami basah
  •     Taburi starbio diatas tumpukan jerami padi yang sudah basah hingga merata Jika Anda menggunakan remi plus campur air sesuai takaran terlebih dahulu baru disiramkan keatas rumpukan jerami.
  •     Lakukan proses yang sama hingga seluruh jerami habis
  •     Tutup tumpukan jerami dengan plastik atau terpal.
  •     Langkah selanjutnya diamkan hingga 2-3 minggu,
  •     Angin-anginkan terlebih dahulu dan bisa diberikan langsung untuk pakan ternak.
sebaiknya pemberian bersama dengan konsentrat agar nilai giznya semakin meningkat.

menggunakan Larutan Naoh Teknis 



Olahan jerami padi kering ini dilakukan dengan cara jerami padi dicuci dengan NaOH teknis. Jerami padi sebanyak 1 kg disiram secara merata sebanyak 1 liter air. Penyiraman jerami padi dengan NaOH teknis bertujuan untuk melarutkan silika yang terdapat pada jerami sehingga bisa meninggikan daya cerna jerami. Jerami yang telah disiram dengan larutan NaOH teknis tadi dibiarkan minimal selama 6 jam agar silika yang ada bisa tercuci.

Leave a Reply to "Cara Meningkatkan Nutrisi Jerami"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel