apa itu penyakit Hidrops Ascites Pada Ayam


Hidrops ascites atau yang lebih dikenal dengan penyakit “perut kembung” adalah suatu kondisi yang ditandai dengan pengumpulan cairan pada rongga perut. asites merupakan gangguan metabolisme yang berhubungan dengan ketidak mampuan tubuh untuk menyediakan oksigen yang cukup akibat kebutuhan oksigen yang meningkat.
ayam yang terkena Hidrops Ascites

Kasus hidrops ascites pada ayam disebabkan oleh kurangnya kapasitas paru-paru dalam menyediakan oksigen. Hal ini dipicu oleh keadaan yang menyebabkan kenaikan kerja jantung dan paru-paru seperti hipoksia (kekurangan oksigen), hipoproteinemia (rendahnya kandungan protein plasma), malnutrisi (kesalahan dalam pemberian ransum), keracunan dan penyakit pada saluran pernapasan.


penyebab kejadian asites pada ayam pedaging dapat dihubungkan dengan tiga faktor yang saling berhubungan, yaitu, faktor fisiologik, manajemen dan lingkungan. Faktor pendukung utama adalah kebutuhan oksigen yang meningkat guna memenuhi percepatan pertumbuhannya.

• Hipoksia

Hipoksia pada ayam dapat disebabkan oleh manajemen kandang yang kurang baik, seperti ventilasi yang buruk, debu, amonia, kelembaban yang tinggi dan suhu yang dingin. Faktor-faktor tersebut dapat menurunkan kadar O2 atau meningkatkan kadar CO2 di dalam udara yang akhirnya menyebabkan ayam hipoksia dan secara tidak langsung memicu terjadinya hidrops ascites.

• Hipoproteinemia

Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya kandungan protein plasma, gangguan fungsi ginjal dan hati serta gangguan alat pencernaan usus dalam penyerapan nutrisi ransum. Pada saat kondisi hipoproteinemia, cairan atau plasma darah akan merembes keluar dari pembuluh darah yang menyebabkan terjadinya pengumpulan cairan di rongga perut.

• Malnutrisi

Hidrops ascites dapat dipicu oleh kesalahan dalam pemberian ransum. Ransum yang dimaksud adalah ransum yang memiliki kandungan vitamin E dan mineral (selenium, fosfor dan mangan) yang terlalu rendah, kadar garam yang terlalu tinggi dan protein yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi keseimbangan cairan di dalam sel, sehingga menjadi lebih mudah keluar dari sel dan tertimbun di suatu tempat atau rongga tubuh.

• Keracunan

Keracunan pada ayam dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan (golongan sulfonamida, nitrofuran, furazolidon, cresol, dan insektisida) dengan dosis yang berlebihan, kualitas tepung ikan yang buruk dan ransum yang terkontaminasi oleh toksin jamur. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati, ginjal dan usus sehingga terjadi kondisi hipoproteinemia yang menyebabkan hidrops ascites.

• Penyakit pada saluran pernapasan

Penyumbatan sebagian saluran pernapasan terutama saluran udara yang lebih kecil (broncheolus), yang disebabkan oleh agen infeksius, selain dapat menurunkan ketersediaan O2 juga dapat menyebabkan kerja jantung dan paru-paru terganggu. Hal ini menjadi pemicu terjadinya hidrops ascites.


Ayam yang mengalami hidrops ascites sangat sulit disembuhkan atau tidak dapat diobati. Namun, kejadiannya dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal berikut:

    Untuk daerah dingin, perlu dilakukan perlakuan khusus dengan menghidupkan pemanas IGM terutama saat suhu terlalu rendah. Pada saat hujan, tirai kandang harus segera ditutup untuk mencegah suhu yang lebih rendah.

    Terapkan tata laksana pemeliharaan yang baik, seperti ventilasi kandang harus cukup, populasi ayam tidak boleh terlalu padat, kurangi debu dan kadar amonia kandang sehingga kebutuhan udara segar dengan kandungan oksigen yang cukup dapat terpenuhi dengan baik. Pastikan angin tidak langsung mengenai tubuh ayam dengan cara mengatur buka tutup tirai kandang.

    Perhatikan kualitas dan kuantitas ransum yang diberikan, terutama kandungan protein kasar dan kadar garam. Ransum yang telah menggumpal, tengik dan tercemar jamur sebaiknya tidak diberikan. Perhatikan juga kualitas air minum.

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "apa itu penyakit Hidrops Ascites Pada Ayam"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel