link expr:href='data:blog.url' hreflang='x-default' rel='alternate'/>

expor jagung sejakterakan atau sengsarakan rakyat ?

Kebijakan Expor jagung ke luar negri merupakan hal yang sangat menarik, seperti yang kita tahu, saat ini Kementerian Pertanian (Kementan), terus berupaya meningkatkan produksi dibidang pertanian, nah salah satunya produksi  jagung. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional, untuk industri pakan ternak, serta dalam rangka beralih status dari negara importir menjadi eksportir jagung.
selamatkan peternak rakyat dari export jagung
selamatkan peternak rakyat

Salah satu yang masih hangat yaitu kebijakan ekspor jagung oleh Kementerian Pertanian ke Filipina sebanyak 60 ribu ton dari total kontrak 100 ribu. ditahun 2018 ini Indonesiasudah  mulai melakukan ekspor jagung. Indonesia sudah ekspor jagung lebih dari 100 ribu ton ke Filipina, yang berasal dari Gorontalo dan Sulawesi Selatan. Bahkan Provinsi NTB menargetkan ekspor jagung 300.000 ton ke Filipina. 


petani jagung diindonesia
petani jagung diindonesia

kebijakan export jagung tentu membawa dampak posiif dan negatif. dampak positif tentu adalah meningkatkan kesejakteraan petani jagung dan juga meningkatkan devisa negara melalui kegiatan ekspor jagung. tetapi dampak negatifnya adalah kebutuhan jagung dalam negri menjadi terganggu. Sebuah fakta dilpangan , hingga saat kebutuhan dalam negeri untuk jagung masih mengalami defisit atau minus. kebutuhan jagung paling besar di Indonesai adanya di Jawa,  mayoritas konsumen jagung  merupakan perusahaan pakan ternak yang  berada di Pulau Jawa, tentu hal ini mengakibatkan sektor peternakan terganggu.

 sebagai informasi tambahan 10 sentra jagung di Indonesia di mana hanya tiga di antaranya yang berada di Pulau Jawa. Kesepuluh sentra jagung tersebut, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat. sedangkan Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, NTB, Gorontalo, NTT, dan Sumatra Barat berada diluar pulau jawa.


Masalah lainnya tingginya harga jagung juga memicu kenaikan harga konsentrat dan DOC. dalam dunia peternakan pakan merupakan biaya terbesar sekitar 70-80%, dari biaya produksi. sedangkan saat ini harga telur dan daging ternak ayam sedang turun.

ilustrasi kondisi peternakan ayam indonesia
ilustrasi kondisi peternakan ayam

turunnya harga komoditas peternakan Menurut Singgih,  kerana merupakan imbas dari kebijakan represif pemerintah dalam mengendalikan harga komoditas itu pada momen Ramadan dan Lebaran 2018 yang lalu.

"Sewaktu harga mahal, mereka tekan terus sampai kebablasan. Sekarang pas turun mereka bingung. Bagaimana sekarang? Pas mahal mereka tekan, turun, pas murah sekarang mereka harus tanggung jawab. Kita memang disuruh gulung tikar?"

Seharusnya, kata Singgih, pemerintah tidak perlu represif ketika harga ayam sedang naik karena ayam secara natural akan menyeimbangkan dengan pasar saat pasokan dan permintaan sejajar.
Menurutnya sudah menjadi siklus yang lumrah setelah Hari Raya Idul Fitri dan menjelang bulan Suro industri perunggasan pasti akan mengalami penurunan harga. Namun, pemerintah rupanya punya pedapat berbeda.


Selain itu menurut data yang saya peroleh dari Komunitas Peternak Ayam Indonesia (KPAI) ditingkat Peternak Rakyat untuk harga :
- DOC Broiler sebesar Rp:7.400./ekor & DOC Layer sebesar Rp. 10.800/ekor
- Jagung sebesar Rp. 5.150/Kg
- Konsentrat sebesar Rp. 7.300/Kg
- Tarif dasar listrik sebesar Rp. 1.467.28/Kwh

Dari biaya diatas, Peternak Rakyat sudah tidak menghitung biaya tenaga kerjanya karena mereka kerjakan sendiri. sedangkan harga rata rata ayam di di Jawa saat ini  berkisar antara Rp12.500 per kg—Rp15.000 per kg di tingkat peternak, sedangkan biaya pokok produksi antara Rp18.000 per kg—Rp19.000 per kg.

 Denga tingginya harga DOC, Konsentrat & Jagung yang terus naik sedangkan harga telur & ayam hidup timbang semkin turun maka Peternak Rakyat semakin merugi dan bahkan sudah ada yang mulai tidak bisa meremajakan aym petelurnnya dan untuk peternak ayam broiler sudah tidak sanggup untuk mengisi kandangnya lagi.  hal Ini akan memicu semakain bertambahnya pengangguran dan kemiskinan kerana banyak yang gulung tikar.


refrensi
 https://industri.kontan.co.id/news/pasokan-untuk-dalam-negeri-terbatas-ekspor-jagung-masih-jalan-terus
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3357207/mentan-dulu-langganan-impor-kini-ri-ekspor-jagung
Koran Bisnis Indonesia ed 25 Sept 2018 hal 31

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "expor jagung sejakterakan atau sengsarakan rakyat ?"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel