link expr:href='data:blog.url' hreflang='x-default' rel='alternate'/>

Penanganan kesehatan ternak itik

Berikut adalah manajemen Penanganan kesehatan ternak itik yang mudah dan praktis yang sudah saya rangkum 

1.Biosekuriti 
adalah semua tindakan sebagai pertahanan  pertama  untuk mengendalikan wabah penyakit dan mencegah penularan dan penyebaran penyakit keluar peternakan tertular.
1)Manfaat biosekuriti:
  • Mencegah lebih baikdaripada mengobati
  • Ternak sehat sehingga dapat berproduksi dengan optimal
2)Pelaksanaannya :
  • Kandang diberi pagar keliling
  • Ternak sakit dipisahkan dari ternak sehat
  • Bangkai dibakar kemudian dikubur
  • Kandang dijaga bersih dan disemprotdesinfektan secara teratur
  • Menjaga kebersihan tempat pakan,minum &peralatan kandang
  • Menyediakan sandal/sepatu boot khusus untuk di dalam kandang
  • Bak pencelup kaki di depan kandang berisi deterjen dicampur air
  • Memisahkan ternak yang baru masuk minimal 14 hari
  • Pemisahan kelompok ternak berdasarkan umur dan kondisi
  • Mengendalikan orangyang boleh masuk ke  kandang
2.Program  vaksinasi  AI terhadap  itik menggunakan  vaksin  AI  subtype  H5N1 clade 2.3.2.1, dengan aplikasi sebagai berikut:
  • Vaksin pertama:Umur 5 hari  dosis 0,2 ml disuntikkan sub cutan di belakang leher
  • Vaksin kedua:Umur 5 minggu dosis 0,5 ml disuntikkan secara intra muscular  pada otot dada atau paha
  • Vaksin ketiga Umur 12 minggu dosis 0,5 ml disuntikkan secara intra muscular pada otot dada atau paha
  • Vaksin keempat Umur 16minggu dosis 0,5 ml disuntikkan secara intra muscular pada otot dada atau paha

Penyakit dan penanganannya

1)Flu Burung (Avian Influenza)
 
Penyebab: virus Avian Influenza A subtipe H5N1 clade 2.3.2.1
Cara  Penularan:
langsung  kontak  dengan  hewan  terinfeksidan tidak langsung melalui udara tercemar debu yang mengandung virus, pakan, air Mminum, peralatan kandang, kandang, pakaian,  kendaraan, unggas lain yang tercemar virus Avian Influenza
Gejala klinis :
Bervariasi  tergantung  unggas  yang  terinfeksi,  galur  virus  dan  faktor lingkungan Gangguan  pada  saluran  pernapasan,  pencernaan,  reproduksi  atau sistem syaraf Tortikolis (kepala muntir) Mata keputihan/ kebiruan (katarak)Kesulitan berdiri, inkoordinasi (sempoyongan)Kejang Penurunanproduksi telur
Penanganan :
AI tidak   dapat   diobati,   pemberian   antibiotik   dan   vitamin   untuk mencegah infeksi sekunder &meningkatkan daya tahan tubuh Penerapan biosekuriti yang ketat Memisahkan unggas yang sakit
Pencegahan:
vaksinasi dengan vaksin  inaktif H5N1 clade 2.3.2.1 untuk itiK

2)Kelumpuhan

Penyebab:
kualitas pakan yang tidak baik(kekurangan mineral Ca&Mn)atau terlalu lama berada di tanah becek atau lembab.
Pakan kadaluarsa   terdapat   jamur Aspergillus flavus yang mengandung Afla toksin.
Gejala
  • Tidak mau makan dan tidak bersuara
  • Kaki tidak bisa digerakkan
  • Sekeliling  mata    tampak  mengering, kadang-kadang mengeluarkan air mata yang berlebihan
  • Pada itik muda akan menyebabkan pertumbuhan terhambat
Penanganan:
Itik yang lumpuh dipisahkan dari kelompoknya, diletakkan di kandang lain yang kering dan hangat diberi alas sekam dan diberikan vitamin melalui air minum
Itik diberi pakan yang bergizi dan mudah dicerna (konsentrat)
Pencegahan :
  • Hijauan segar minimal 5 gram/ekor/hari
  • Penambahan minyak ikan, Vitamin Dan mineral
  • Penyimpanan pakan ditempat  yang kering, diberi alas dari kayu dan disimpan tidak terlalu lama(sesuai aturan produsen)

3)Kolera unggas

Penyebab:bakteri Pasteurella multocida
Cara Penularan :
  • Bakteri masuk ke tubuh melalui rongga mulut, mata, hidung dan luka kulit  
  • saluran pernapasan  atas  dan  paru
  • menyebar Unggas carier menyimpan bakteri di cavum nasi dan saluran pencernaan bagian atas
  • mencemari air minum waktu minum
  • Kontak langsung dengan itik yang terinfeksi
  • Melalui pakan, air minum maupun peralatan kandang yang tercemar bakteri
Gejala :

  • Akut/ mendadak
Itik  mendadak  sakit  parah  dengan  gejala  ngorok  basah,  daerah kepala kebiruan mati

  • Kronis
Tidak mau makan, ngorok dan mengeluarkan lendir dalam  mulut, lumpuh, kotoran warna kuning berubah kehijau-
hijauan  sehingga  bulu dan kloaka kotor, kepala bengkak, kesulitan bernapas

  • Ringan
Sulit   bernapas,   gerakan   tidak   terkontrol,   pial   membengkak   dan panas, warnanya berubah dari merah terang ke merah
Faktor  predisposisi:
sanitasi  kandang yang  buruk,  kedinginan,  itik diberi pakan sisa pemotongan unggas yang tidak dimasak
Penanganan:
  • perbaikan kebersihan kandang dan peralatan
  • perbaikan cara pemeliharaan itik pengaturankepadatan kandang
  • pemberian vitamin melalui air minum 3 –5 hari berturut-turut
  • pemberian pakan dengan kualitas yang lebih baik
Pengobatan :
  • Suntikan  Penisillin  pada  urat  daging  dada  dengan  dosis  30.000 iu/ekor itik dewasa
  • Streptomycin seperti pada penyakit coryza
  • Chlortetracyclyne   melalui   air   minum   atau   suntikan   dosis   0,4 gram/ekor
  • Preparat Sulfa

4)Pilek (Infectious Coryza/Snot)

Penyebab: bakteri Haemophyllus gallinarum
Cara Penularan:
  • Kontak langsung dengan hewan terinfeksi
  • Kontak tidak langsung  melalui  pakandan
  • peralatan kandang yang tercemar bakteri
  • melalui  udara;  menyerang  saluran  pernafasan  itikdengan  mudah menyebar ke paru
  • penyembuhan sulit
Gejala Klinis :
  • Bersin, Pilek
  • Hidung Itik Keluar Lendir Pembengkakan Pada Muka
  • Nafsu Makan Dan Minum Hilang
  • Gangguan Pertumbuhan (itik kerdil)
Pengobatan:  itik  sakit dipisahkan  dan  diobati  dengan  Oxytetrasiklin/Streptomycin lewat air minum


5)Kolibasilosis
Penyebab: bakteri Escherchia coli
 
Cara Penularan:
  • Kontak langsung Kengan hewan terinfeksi
  • Kontak tidak  langsung melalui pakan, air minumdanperalatan kandang yang tercemar bakteri
Gejala klinis :
  • Kematian embrio pada telur tetas
  • Omphalitis (radang tali pusar)
  • Airsacculitis (radang kantong udara)
  • Enteritis (radang usus)
  • Infeksi saluran reproduksi
Pengobatan:Antibiotik sepertisulfonamida dan trimetoprim, enrofloksasin melalui air minum selama 3-5 hari berturut-turut

Pengendalian dan pencegahan :
  • Perbaikan manajemen pemeliharaan, dan penetasan
  • Peningkatan sanitasi mesin tetas dan peralatannya
  • Fumigasi telur tetas
  • Biosekuriti yang ketat
  • Peningkatan  sanitasi  dan  desinfeksi  kandang,  peralatan  maupun pekerja
  • Menjagaair agar tidak tercemar bakteri E. coli Dengan klorin

sekian ilmu yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat, salam cinta dari ujung kandang, hidup peternakan indonesia.







Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Penanganan kesehatan ternak itik"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel