link expr:href='data:blog.url' hreflang='x-default' rel='alternate'/>

cerita pengalaman dokter hewan di Kota Yogyakarta

Para pemirsa...
Sebagai pengawas kesmavet Sudah menjadi tugas saya rutin mengunjungi pasar tradisional,
Untuk Bertemu pedagang daging ayam, daging sapi, daging babi, telur dan ikan. Biasanya diawali dengan sekedar menyapa, menanyakan kabar, lanjut Memeriksa dokumen, mutu kualitas produk, empat jualan bahkan angkutannya. Sayapun akan tegas kalau ada yang melanggar aturan
Nah pemirsa...



Hal yang bener2 harus sabar dilakukan adalah untuk selalu mengingatkan, Bagaimana agar susu, daging dan ikan yang dijual, Benar benar terjamin aman sehat utuh dan halal
Kita bisa saja berbusa2. Ngomongin standar food safety dan food security, menceritakan bersihnya singapore, jepang dan teraturnya eropa
Tapi jangan lupa..
Kita tinggal di negara Indonesia Orang ngeyel dan tidak taat, Tumbuh subur di sini..
Hahahaha...



Salah satu yang tidak putus Kami rutin mengingatkan adalah
Kepada pedagang daging ayam... Nah pemirsa
Kalau ke pasar . Trus ketemu pedagang yang meja nya berantakan kayak gini,
Biasanya diingetin
"ibu cantik, meja jualan yang berantakan itu . Bisa menyebabkan rejekinya berantakan juga lho...
Coba kalau meja nya dijaga kebersihan dan ditata dagangannya. Ususnya dirapikan dan ditaruh di wadah sendiri, Rempelo ati juga dipisah ditaruh di wadah sendiri Kepala, ceker juga dipisahkan
Kan jadi bersih, rapi dan menarik Para pembeli juga jadi tertarik untuk beli,
Dagangan nya laku Usus, hati, ceker, kepala ayam. Seharusnya tidak di campur dengan daging
Karena usus itu tempat kotoran, Bisa mengandung banyak kuman, Hati cenderung berair kalau ditaruh di meja Kalau dicampur dengan daging, Justru menyebabkan dagingnya kotor, tidak awet, mudah busuk, Jadi jaga kebersihan meja dagangan, Pisahkan usus, hati, ceker, kepala dan daging Taruh dalam wadah sendiri2.
 
Kalau teratur kayak gini juga akan memudahkan, Untuk mengambil saat melayani pembeli,
Menghitung dan menyimpan sisanya Yang tidak laku dijual. Jadi dagangannya tidak terbuang
Rejekinya lancar..
Sebenarnya
Sesederhana itu..
Gampang kan...
Nggak susah..

Tapi pasti susah buat para ibu
Yang masih suka hidupin lampu sign kanan, Kalau mau belok kiri, Yang suka terobos lampu merah
Sambil senyum2 Minta dipahami
Hehehe..

Salam hormat
Buat pekerja Kesmavet dan
Petugas RPH di seluruh Indonesia
Semoga kerja keras kalian
Bernilai ibadah...
Amien
  sumber Drh. Supriyanto MVPH beliau adalah dokter hewan pada Pemerintah Kota Yogyakarta

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "cerita pengalaman dokter hewan di Kota Yogyakarta"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel