link expr:href='data:blog.url' hreflang='x-default' rel='alternate'/>

CARA MENGUKUR DAN MENILAI TERNAK SAPI POTONG LENGKAP PDF

Hay kawan blog ely kali ini saya akan berbagi cara melakukan pengukuran ternak. tujuannya yaitu agar diperoleh keseragaman cara pengukuran ternak di lapangan.  langsung saja kawan.

I. PENGUKURAN BERAT

Pengukuran berat badan ternak umumnya dilakukan untuk mengetahui perkembangan ternak sehingga dapat dimonitor dampak dari satu intervensi teknologi atau perbaikan manajemen. Berat badan dapat dijadikan salah satu indikator untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan ternak.

Teknik penimbangan yang baik dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Siapkan alat dan kelengkapan untuk penimbangan berupa; standard berat, timbangan dan papan
timbang. Jika menggunakan timbangan digital, periksa dahulu baterai monitor sebelumnya. Jika indikator menunjukkan bahwa kondisi listrik tidak penuh maka sebaiknya dilakukan pengisian baterai
beberapa saat sebelum digunakan.
2. Siapkan buku data untuk mencatat hasil timbangan.
3. Tempatkan kedua besi batang timbangan (bar) pada posisi melintang di atas lantai kandang jepit.
4. Memasang papan alas timbangan di atas kedua batang timbangan (bar) tersebut.
5. Kabel bar dihubungkan dengan monitor dan pastikan dan angka di monitor menunjukan angka nol sebelum memulai penimbangan.
6. Untuk mengetahui bahwa alat timbangan dapat berfungsi dengan baik maka standard berat
ditimbang terlebih dahulu.
7. Standar berat dapat dibuat dari campuran semen dan pasir dengan berat tertentu.
8. Sebelum penimbangan sapi dimulai, terlebih dahulu standar berat ditimbang, untuk memastikan apakah beratnya tetap.
9. Posisi sapi ketika ditimbang adalah : sapi berada tepat di atas papan alas timbangan; usahakan
agar sapi berdiri dengan posisi tegak. Jangan bersandar pada dinding kandang jepit.
10. Angka yang tertera pada layar monitor dicatat setelah angka yang ditunjukkan sudah konstan
(atau tidak berubah-ubah).

PENGUKURAN TUBUH

Perubahan ukuran tubuh ternak dapat dijadikan sebagai indikator pertumbuhan ternak. Perubahan pada ukuran tubuh ternak menunjukkan apakah ternak mengalami pertumbuhan atau tidak.

1. Mengukur Lingkar Dada
Lingkar Dada (LD) merupakan salah satu dimensi tubuh yang dapat digunakan sebagai indikator mengukur pertumbuhan dan perkembangan ternak. Pengukuran lingkar dada diukur pada tulang rusuk paling depan persis pada belakang kaki depan.Pengukuran lingkar dada dilakukan dengan
melingkarkan pita ukur pada badan.

Cara Mengukur Lingkar Dada :
Teknik pengukuran yang baik dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Siapkan pita ukur dengan panjang minimal 200 cm.
2. Siapkan buku data untuk mencatat hasil pengukuran lingkar dada
3. Pengukuran lingkar dada dilakukan simultan setelah ternak ditimbang
4. Pastikan ternak sudah tenang dan berdiri dengan posisi yang tegak
5. Catat angka lingkar dada yang terukur pada pita ukur kedalam buku data. 








2. Mengukur Tinggi Panggul
Tinggi panggul adalah jarak tegak lurus dari tanah sampai dengan puncak gumba atau di belakang punuk untuk sapi Hisar dan Ongole.

Cara Mengukur Tinggi Panggul :
1. Siapkan mistar ukur berbentuk L dan siapkan ternak yang akan diukur
2. Siapkan buku untuk pengisian data
3. Tempatkan ternak sapi pada posisi/tempat yang rata dan pastikan ternak berdiri tegak secara
alami.
4. Ukurlah ternak dengan menempatkan mistar ukur tegak lurus dan pastikan bagian horizontal dari
mistar persis berada di atas gumba.
5. Catat hasil pengukuran pada buku data yang telah disiapkan.




3. Mengukur Tinggi Pinggul
Cara Mengukur Tinggi Pinggul :
1. Tempatkan ternak sapi pada posisi/tempat yang rata dan pastikan ternak berdiri tegak secara
alami.
2. Ukurlah ternak dengan menempatkan mistar ukur Tegak lurus dan pastikan bagian horizontal dari
mistar persis berada di atas pinggul.
3. Catatan hasil pengukuran pada buku data yang telah disiapkan.


4. Mengukur Panjang Badan
Panjang badan adalah panjang dari titik bahu ke tulang duduk (pin bone).
Cara Mengukur Panjang Badan :
1. Siapkan alat berupa mistar ukur berbentuk lurus.
2. Tempatkan ternak sapi pada posisi/tempat yang rata dan pastikan ternak berdiri tegak secara
alami.
3. Ukur ternak dengan menempatkan mistar ukur pada bagian titik bahu sampai pada tulang duduk
4. Catatan hasil pengukuran pada form isian yang telah disiapkan



II. SKOR KONDISI TUBUH

Skor kondisi dimaksudkan untuk memberikan kriteria pada seekor ternak sapi yang dinilai secara kualitatif. Standar penilaian ini penting terkait dengan kondisi tubuh ternak yang dapat menjadi indikator terhadap pertumbuhan ternak dan potensi reproduksi yang dimiliki oleh seekor ternak.

 Skor 1 

Pada kondisi skor 1 ternak menunjukkan keragaan tubuh yang ”Sangat Kurus” di mana
tonjolan tulang belakang, tulang rusuk, tulang pinggul dan tulang pangkal ekor terlihat sangat jelas. Pada kondisi tubuh seperti ini, sapi betina dewasa mengalami gangguan reproduksi berat yang ditandai dengan berhentinya siklus birahi.
 Skor 2
Pada kondisi skor 2 ternak menunjukkan keragaan tubuh yang ”Kurus”, namun lebih baik
dibandingkan dengan ternak pada kondisi skor 1 dimana tonjolan tulang di berbagai tempat mulai tidak terlihat namun garis tulang rusuk masih terlihat jelas dan sudah mulai terlihat ada sedikit perlemakan pada pangkal tulang ekor dimana pangkal tulang ekor terlihat sedikit lebih bulat.
Pada kondisi tubuh seperti ini, sapi betina dewasa masih mengalami gangguan reproduksi yang
ditandai dengan siklus birahi yang tidak teratur dan cenderung kurang dari 21 hari dan lama birahi yang lebih pendek kurang dari 4 jam dan sering disebut dengan birahi tenang.

 Skor 3
Pada kondisi skor 3 ternak menunjukkan keragaan tubuh yang ”Sedang atau Menengah”, dimana tonjolan tulang sudah tidak terlihat lagi dan kerangka tubuh, pertulangan dan perlemakan mulai terlihat seimbang namun masih terlihat jelas garis berbentuk segitiga antara tulang HIP dan rusuk bagian belakang dan tonjolan pangkal tulang ekor sudah membentuk kurva karena adanya penimbunan perlemakan pada pangkal tulang ekor. Pada kondisi tubuh seperti ini, aktivitas reproduksi sapi betina dewasa sudah kembali normal. 
 Skor 4
Pada kondisi skor 4 ternak menunjukkan keragaan tubuh yang ”Baik”, dimana kerangka tubuh dan tonjolan tulang sudah tidak terlihat dan perlemakan sudah lebih menonjol pada semua bagian tubuh. Garis tonjolan pangkal tulang ekor masih terlihat namun jika dilihat dari belakang. Bagian belakang tubuh sudah mulai berbentuk persegi panjang yang menunjukkan perlemakan pada bagian paha, pinggul dan paha bagian dalam. Pada kondisi tubuh seperti ini ternak akan dapat bertahan dan aktivitas reproduksi tidak terganggu selama musim kering atau musim kekurangan pakan.


Skor 5
Pada kondisi skor 5 ternak menunjukkan keragaan tubuh yang ”Gemuk”, dimana kerangka tubuh dan struktur pertulangan sudah tidak terlihat dan tidak teraba. Tulang pangkal ekor sudah tenggelam oleh perlemakan dan bentuk persegi panjang pada tubuh belakang sudah membentuk
lengkungan pada bagian kedua ujungnya. Pada kondisi tubuh seperti ini ternak akan dapat berproduksi dan tidak terganggu oleh perubahan musim.


III. KETEBALAN LEMAK

Deposisi lemak merupakan petunjuk kecukupan pakan yang diperoleh ternak. Pada kondisi pakan yang baik misalnya pada musim hujan dimana pakan tersedia dalam jumlah dan kualiats yang baik,  sebagian besar ternak mengalami peningkatan berat badan yang sangat nyata dan terjadi penimbunan lemak pada punggung bagian belakang mulai dari tulang pinggul sampai tulang ekor. Jika diraba akan
terasa lembut menandakan adanya timbunan lemak dan sebaliknya terasa keras menandakan tidak adanya timbunan lemak. Pengukuran deposisi lemak juga dapat dilakukan dengan memijit lapisan kulit di sebalah kiri dan kanan tulang ekor diatas anus. Jika bagian ini ditekan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk dan terasa tebal dan lembut seperti busa menandakan terdapat timbunan lemak dan bila yang terasa hanya dua lapisan kulit yang bergesekan menandakan tidak ada timbunan lemak. 

Ternak yang mempunyai timbunan lemak yang cukup pada awal musim kering dan paceklik pakan
akan tetap dapat mempertahankan kemampuan produksinya karena mempunyai simpanan energi yang cukup. Pada kondisi tertentu pengukuran langsung tidak mungkin dilakukan. Deposisi lemak dapat ditilik dengan memperhatikan bagian brisket atau gelambirdan dari belakang dengan mengamati perlemakan pada daerah pangkal tulang ekor dan lipatan kulit diantara dua paha belakang untuk mengetahui ketebalan lemak pada paha dalam bagian belakang. 

IV. PETUNJUK UNTUK MENDUGA KETEBALAN LEMAK SECARA VISUAL

Ketebalan lemak pada pangkal ekor

Ketebalan lemak pada pangkal ekor dapat digunakan sebagai indikasi untuk mengetahui ketebalan lemak. Ternak yang kurus jika dilihat dari belakang bagian ekor terlihat bundar penuh dan pertemuan pangkal tulang dan penutup terlihat jelas. Ternak dengan perlemakan sedang ekor terlihat
bundar setengah dan pertemuan pangkal tulang ekor dan penutup tersambung dengan halus. Pada ternak gemuk bundaran ekor tidak terlihat sehingga terlihat rata dan ada benjolan tumpukan lemak di kanan dan kiri pangkal tulang ekor.
Ketebalan lemak pada paha dalam bagian belakang

Mengukur ketebalan lemak pada paha belakang bagian dalam juga dapat dilakukan untuk mengatahui tingkat deposisi lemak yang berhubungan dengan ketersediaan dan kecukupan pakan yang diberikan. Ketebalan diukur dengan melihat tingkat ketajaman pertemuan kulit antara kedua paha bahagian dalam. Pada ternak kurus sudut pertemuan kulit antara kedua paha dalam berbentuk cekungan yang tajam atau lancip, sedangkan pada ternak dengan perlemakan sedang sudut pertemuan berbentuk cekungan dengan sambungan halus dan pada ternak gemuk sudut pertemuan berbentuk cembung dengan sambungan yang halus.
bila kawan ingin file materi ini bisa hubungi saya disini  sekian kawan semoga inlu ini dapat bermanfaat. salam cinta dari ujung kandang. hidup peternakan indonesia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CARA MENGUKUR DAN MENILAI TERNAK SAPI POTONG LENGKAP PDF"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel