Judging atau menilai kualitas fisik Sapi Perah

Elysetiawan.com halo kawan kawan semuanya Postingan kali ini akan membahas tentang Judging atau menilai kualitas fisik Sapi Perah yang ideal serta hubungan antara konformasi dan produksi sapi perah yang baik untuk menhasilkan  susu. sebagai peternak kemampuan atau Skill yang harus dimilki oleh peternak sapi adalah judging atau menilai sapi.
Judging atau menilai kualitas fisik Sapi Perah
Judging  kualitas fisik Sapi Perah
 Jadging adalah cara peternak menilai seekor sapi dengan tujuan untuk mengukur kualitas sapi tersebut. Biasanya penilaian di lakukan oleh seorang peternak sapi untuk memilih sapi yang akan di belinya dan membandingkan dengan harga.
Judging atau menilai kualitas fisik Sapi Perah
Judging atau menilai kualitas fisik Sapi Perah
 Sapi yang pantas mendapat harga tinggi adalah sapi yang memiliki nilai judging yang tinggi.

Sapi di nilai agar supaya dapat di ketahui kualitasnya. Perlombaan perlombaan sapi juga biasanya memanggil seorang peternak yang sudah ahli dalam bidang penilaian sapi untuk menentukan siapa juara dari lomba tersebut.

judging adalah penilaian tingkatan ternak dengan beberapa karakteristik penting untuk tujuan tertentu secara subjektif. Judging terdiri atas tiga langkah yaitu, penilaian melalui kecermatan pandangan (visual), penilaian melalui kecermatan perabaan (palpasi), dan penilaian melalui pengukuran tubuh

 Penilaian maupun seleksi sapi perah menyangkut pengamatan guna menghubungkan antara tipenya sebagai sapi perah yang baik dengan fungsi produksi susunya.
Seekor sapi dengan karakteristik perah yang baik akan menampilkan fungsi produksi susu dan lemak susu untuk jangka waktu yang panjang.

berikut adalah bagian-bagian dari sapi perah.

Gambar bagian-bagian dari sapi perah  judgung sapi
Gambar bagian-bagian dari sapi perah

menilai sapi perah


  1. Pengamatan dari depan
Dari depan seorang peternak dapat menilai sapi dengan mengamatibadannya yaitu bentuk kepala sapi yang harus berisi dan terlihat kokoh, rusuk yang ada harus terlihat bulat dan berdaging, dada haruslah berisi dan gagah, kesimetrisan kaki yang artinya kaki sapi haruslah simetris dan kuat. Serta cara berjalan sapi yang harusnya normal untuk menilai pertulangan kakinya. Melihat psapi dai depan dapat di amati dengan jarak 3 meter.
  1. Pengaatan dari belakang
Pengamatan dari belakang hampis sama dengan mengamati sapi dari depan, yaitu di jarak 3 meter. Hal yang di amati dari belakang sapi adalah sebagai berikut, lebar dan kedalaman bokong sapi, sapi yang memiliki bobot yang baik akan mempunyai bentuk bokong yang proposiaonal dan terada dalam atau padat, otot otot kaki yang terlihat kuat dan rapat padat, dan juga keserasian sapi saat berdiri dengan mengamati kedua kaki belakangnya, jika terlihat kokoh dan tidak pengkor maka sapi tersebut memiliki nilai yang tinggi
  1. Pengamatan dari samping
Pengamatan ini dilakukan dengan jarak 3-4,5 meter tergantung dengan panjang sapi tersebut. Hal yang di amati juga hampir sama yaitu keadaan kaki yang kuat dan kokoh, bentuk pinggul yang berisi, keadaan lutut yang sehat dan kuat menopang tubuhnya, dan bentuk tubuh yang kompak atau pas dngan kaki dan kepalanya.

  1. Perabaan
Dalam poin ke 4, hal yang harus di lakukan adalah meraba tubuh sapi untuk melihat daging dagingnya. Tempat yang biasa di raba adalah bagian dada, rusuk dan bokongnya, dan paha kaki kakinya. Hal ini dilakukan dengan cara menekan nekan daging tersebut dan merasaran teksturnya. Sapi yang baik seharusnya mempunyai lemak tinggi atau tebal dan kondisi kulit yang sehat.
Sapi yang baik akan memberikan kepuasan kepada peternaknya sendiri, dan cara menilai seekor sapi adalah melalui 4 cara di atas. Ada juga cara cara lain untuk menilainya salah satunya dengan mengukur bobot berat badannya. Pada artikel saelanjutnya akan kami paparkan bagaimana cara menilai sapi dari bobot badanya
Sekian artiel tentang bagaimana cara menilai atau judging seekor sapi. Kritik dan saran kami tunggu untuk memperbaiki artikel ini. Terima kasih sudah membaca.

Tipe Fungsional Sapi Perah yang Baik

The Dairy Cow Unified Score Card digunakan oleh semua asosiasi bangsa-bangsa sapi perah untuk memberikan deskripsi tentang jenis sapi perah yang baik. Kartu skor itu dibagi menjadi 4 bagian utama, yaitu:
  • Penampilan umum (30 nilai)
  • Sifat Perah (20 nilai)
  • Kapasitas badan (20 nilai)
  • Sistem mamae (30 nilai)
Suatu rincian yang lebih mendalam dari kartu skor tersebut menunjukkan penampilan dan butir nilai-nilai butir dari tipe sapi perah yang disukai. Meski fungsi masing-masing bagian dari skor tersebut terhadap produksi susu diuraikan secara ringkas, penjelasan lebih jauh masih diperlukan dalam memberikan hubungan antara tipe perah dengan kemampuannya menyusui.

Penampilan umum memberikan gambaran tentang karakteristik bangsa serta sifat kebetinaannya. Seekor sapi betina yang sedang berproduksi susu haruslah memperlihatkan penampilan umum, yaitu 'bersusu' dan 'betina'. Sapi ini hendaknya memiliki simetri, badan dan sistem mamae yang berimbang, kapasitas perut yang besar serta garis atas badan dan punggung yang lurus dan panjang guna memberikan gambaran kemampuan menyusui dalam jangka waktu lama.

Sifat perah menyangkut badan yang menyudut (angular) dengan perdagingan yang kurang. Hal sudut menyudut tersebut memberi gambaran bahwa sapi perah itu akan mengubah pakan menjadi susu dan bukanlah menjadi lemak. Sapi perah haruslah memiliki daging yang cukup dan tidak terlalu kurus, tetapi sebaliknya juga tidak terlalu gemuk (sehingga menggambarkan lebih banyak produksi daging dari pada susu). Kehalusan badan serta keterbukaannya juga merupakan bukti kemampuannya untuk menghasilkan susu.

Kapasitas badan haruslah diperlihatkan dalam ukuran perut yang dalam, lebar dan panjang yang ditopang dengan kuat oleh tulang rusuk yang tangguh dengan lingkar dada yang besar. Kapasitas badan merupakan hal yang sangat penting untuk produksi susu yang banyak. Ini menggambarkan kapasitas paru dan jantung serta kemampuannya untuk menampung bahan pakan yang dibutuhkan untuk produksi susu yang banyak.

Sistem mamaenya haruslah besar, melekat dengan mantap sehingga dapat bertahan lama waktu disusui. Ambingnya besar, lunak dan lentur yang menunjukkan kelenjar susu aktif yang jumlahnya banyak, disamping besarnya tempat penampungan susu. Pembuluh vena darah haruslah menonjol karena jumlah darah yang dibutuhkan untuk produksi susu, sangat besar.

Penilaian (Judging) Sapi Perah

Sapi perah dinilai di atas arena pameran atau perlombaan, dimana seekor sapi dibandingkan dengan sapi lainnya atau di lokasi peternakan dimana seekor sapi dibandingkan dengan sapi yang ideal yang ditunjukkan dengan kartu skor United Score Card (USC). Penilaian dengan cara yang kedua ini merupakan suatu bentuk seleksi yang disebut klasifikasi dan biasanya merupakan suatu bentuk seleksi yang disebut klasifikasi dan yang biasanya dilakukan oleh seorang yang mewakili sebuah asosiasi bangsa sapi tertentu. Kepada seekor sapi diberikan butir-butir angka skor dari USC dan sapi itu lalu diklasifikasikan menurut standar-standar bangsa yang bersangkutan. Klasifikasi tipe untuk bangsa-bangsa meliputi kategori-kategori:
  • Sempurna (90 butir atau lebih)
  • Sangat Bagus (85 sampai 90 butir)
  • Bagus+ (80 sampai 85 butir)
  • Bagus (75 sampai 79 butir)
  • Sedang (65 sampai 74 butir)
  • Buruk (dibawah 65 butir)
Klasifikasi ini dapat bervariasi pada bangsa-bangsa yang berlainan.

Seekor sapi perah sekali telah diklasifikasi, akan tetap mempertahankan klasifikasinya yang tertinggi saja. Jadi suatu hal yang normal bahwa klasifikasi ulang atau reklasifikasi hanya untuk hewan-hewan yang menuju ke skor klasifikasi yang lebih tinggi. Catatan-catatan produksi susu (akan dibahas pada postingan selanjutnya) dan skor klasifikasi sapi digunakan dalam seleksi sapi-sapi induk serta anak-anak betinanya yang akan digunakan untuk peremajaan.

Secara keseluruhan, antara produksi susu dan klasifikasi tipe dan seekor sapi, tingkat kolerasinya tidak tinggi. Namun demikian, apabila seekor sapi memiliki tipe yang bagus, sapi itu mungkin akan mempunyai masa guna yang lebih panjang karena peluangnya untuk disingkirkan oleh faktor-faktor ambing yang buruk, kaki yang jelek atau faktor lainnya sangat kecil.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to " Judging atau menilai kualitas fisik Sapi Perah"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel