Bangsa-bangsa ternak kerbau dan Karakteristinya

kerbau terdiri dari banyak bangsa bangsa kerbau. Kerbau  menjadi ternak bagi banyak bangsa di dunia, terutama di asia. ternak kerbau termasuk ternak ruminansia seperti ternak sapi.
contoh bangsa kerbau di indonesia
contoh bangsa kerbau di indonesia

bangsa Kerbau terdapat paling banyak di daerah tropis dan sub tropis antara garis 30° Lintang Utara dan garis 30° Lintang Selatan yaitu di Asia, Afrika (Mesir, Tunisia), Eropa (Yunani, Italia, Hongaria, Rumania, Bulgaria, Yugoslavia, Albania, Azerbayan), Amerika Latin (Trinidad, Brazilia, Peru, Equador) dan Australia Bagian Utara.

Klasifikasi bangsa kerbau masih belum pasti, tetapi Bubalus bubalis/kerbau biasa dikelompokkan menjadi tiga anak jenis:
  •     Kerbau liar (B. bubalis arnee), moyang bagi kerbau sungai
  •     Kerbau sungai (B. bubalis bubalis) yang berasal dari Asia Selatan.
  •     Kerbau rawa (B. bubalis carabauesis) yang berasal dari Asia Tenggara.
sejarah Domestikasi bangsa kerbau di India dimulai 5000 tahun yang lalu di lembah Sungai Indus dan di Cina kira-kira 1000 tahun kemudian. Kerbau yang telah dijinakkan termasuk anggota sub-famili Bovidae di dalam genus Bubalus yang dibagi dalam 4 sub genus yaitu :
  1. Bubalus caffer (kerbau Afrika)
  2. Bubalus bubalis (kerbau Asia)
  3. Bubalus mindorensis (kerbau Mindora)
  4. Bubalus depressicornis (kerbau mini Sulawesi = anoa)
  5. Kerbau Domestik (Kerbau Air) Bubalus bubalis berasal dari kerbau liar Asia
    Kerbau Domestik (Kerbau Air) Bubalus bubalis berasal dari kerbau liar Asia
     
Bangsa-bangsa kerbau ini berasal dari kerbau liar (Bubalus ami) Assam yang terdapat di bagian timur laut India dan Cina Selatan.
bangsa ternak Ternak Kerbau yang kita kenal sekarang dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu :
  1. bangsa Kerbau Sungai (river buffalo)
  2. bangsa Kerbau Rawa (swamp buffalo).

  • Kerbau sungai merupakan kerbau yang biasa berkubang pada sungai yang berair jernih. Populasinya menyebar dari India sampai ke Mesir dan Eropa. kerbau sungai mempunyai jumlah kromosom 50.Secara umum kerbau jenis ini memiliki ciri sebagi berikut ;
    > memiki kulit hitam pekat;
    > tubuh padat dan pendek, leher dan kepala relative kecil;
    > punggungnya lebar:serta
    > tanduk melingkar rapat seperti spiral.
    bangsa kerbau sungai
    bangsa kerbau sungai
    Warna kulit umumnya hitam atau kelabu kehitam-hitaman, tanduk sedikit rnelingkar atau tergantung lurus. Kerbau mediterranea (Yunani dan Italia) termasuk tipe sungai berbentuk gemuk pendek dan dapat berproduksi susu tinggi. Kerbau tipe sungai disebut pula tipe perah, karena berproduksi susu yang tinggi dibanding tipe rawa.
  • Kerbau rawa (swamp buffalo) banyak terdapat di Cina, Thailand, Malaysia, Indonesi dan Filipina. Kerbau rawa berwarna mulai dari putih atau albinoid, belang, abu-abu terang sampai abu-abu gelap.
    kerbau rawa
    kerbau rawa
    Warna kulit kerbau rawa umumnya adalah keabu-abuan. Tanduk, kuku dan rambut biasanya memiliki warna yang sama seperti kulit tetapi cenderung gelap, atau biasa dideskripsikan sebagai abu-abu gelap.Kerbau Rawa atau kerbau lumpur, terdapat di daerah yang berawa-rawa atau di daerah yang banyak terdapat rawa-rawa, misalnya : Muangthai, Malaysia, Indonesia dan Filipina. Warna kerbau rawa umumnya kelabu, hitam belang putih dan mirip bulai (albinoid), jumlah kromosom 48. Bentuk badan seperti sapi, tanduk panjang dan berat, di Sumba kerbau bertanduk besar dan panjang ± 2 meter, di Sulawesi Tenggara terdapat kerbau rawa yang berwama totol-totol / belang hitam-putih.


berikut adalah contoh dari Kerbau Sungai (River Buffalo)

1.  Kerbau Murrah

Kerbau Murrah adalah salah satu bangsa kerbau yang banyak diternakkan di Indonesia, khususnya di daerah sekitar Medan Sumatera Utara oleh para pekerja perkebunan dan bekas pekerja perkebunan yang didatangkan dari India selama masa penjajahan Belanda. Kerbau Murrah adalah kerbau perah paling penting. Daerah asli kerbau Murrah di Ultra Pradesh Barat, Delhi, Haryana di India serta Karachi di Pakistan. Selain sebagai penghasil susu, kerbau Murrah juga tercatat sebagai penghasil lemak yang paling efisien.

Tanda-tanda kerbau Murrah: bentuk tubuh padat massive, bangun tubuh kuat dengan punggung pendek dan luas. Leher ringan dengan kepala seimbang terhadap bangun tubuh yang padat. Pinggul luas serta berhubungan dengan kuartet kelenjar susu. Angota badan pendek dan kuat, padat. Ekor mempunyai bulu kipas berwarna putih. Tanduk melingkar dalam bentuk spiral Warna tubuh pada umumnya hitam. Ambing berkembang baik dengan vena susu tampak menonjol serta 4 puting susu terpisah satu dengan yang lain cukup jauh. Puting kuarter belakang pada umumnya lebih panjang dari pada puting depan. Tinggi gumba dan panjang badan kerbau jantan 142,2 cm dan 149,8 cm sedang yang betina 132,1 cm dan 147,3 cm. Kerbau jantan mempunyai berat badan 566,9 kg dengan lingkar dada 220,7 cm, sedangkan yang betina berat badannya 430,9 kg dengan lingkar dada 218,4cm.

Kerbau Murrah india
Kerbau Murrah
  • Habitat : Central Haryana & Delhi
  • Sifat Produksi Rata-rata
    • Produksi Susu selama 305 hari : 2000 Kg
    • Usia Calving Pertama : 44 bulan
    • Panjang Laktasi : 300 hari
    • Calving Interval : 453 hari
  • Sifat Phenotypic
    • Tanduk : Keriting pendek & rapat
    • Warna : Jet-black
    • Ukuran : Tubuh panjang dengan bingkai masif
    • Dahi : Leher dan kepala terang
    • Ekor : Panjang, peralihan umumnya putih
Kerbau Murrah merupakan kerbau perah utama di dunia. Produksi susunya rata-rata 3.500 - 4.000 Ibs (1 lbs = 0,453 kg) setiap laktasi, bahkan kerbau Murrah yang terseleksi dapat menghasilkan susu 5.000 - 7.000 Ibs per laktasi.

2.  Kerbau Nili dan Ravi

Kerbau Nili dan Ravi adalah kerbau keturunan Murrah yang hidup di lembah sungai Sutley dan Ravi di Pakistan yang terbentuk karena perbedaan daerah dan lokasi hidup antara lain Nili, Ravi dan Kundi. Perbedaan pokok kerbau bangsa ini dengan Murrah adalah menyangkut keadaan muka, dahi dan ukuran. Nili berarti biru yang mencerminkan warna sungai Sutley, sementara Ravi sering disebut sebagai bangsa Sundal bar. Daerah sebaran kerbau Nili dan Ravi ada di antara 29,5 - 32,5 °LU dan 71 - 75 ° BT. Tidak terdapat perbedan pokok diantara kedua bangsa kerbau ini sehingga mulai tahun 1960 digabungkan sebagai satu bangsa tersendiri khususnya di Pakistan, tetapi tidak di India.

Ukuran umum kerbau Nili : tinggi gumba, panjang badan dan berat badan yang jantan adalah 137,2 cm; 157,4 cm; dan 589,7 kg sedang yang betina 127 cm; 147,3 cm, dan 453,6 kg. Kerbau ini mempunyai tanduk kecil, wall eyes yakni iris mata berwarna putih sebagai tanda khas bangsa kerbau perah ini. Warna putih pada bagian dahi, muka, moncong, paha, dan bulu kipas ekor. Tidak disukai adanya warna putih pada bagian hock dan knee, ekor hitam, tanduk tebal luas serta tanda putih di atas leher dan bagian tubuh lainnya. Produksi susu dapat mencapai 20 - 24 Ibs perhari.

Kerbau Nili dan Ravi india
Kerbau Nili dan Ravi
  • Habitat : Western Punjab
  • Sifat Produksi Rata-rata
    • Produksi Susu selama 305 hari : 1950 Kg
    • Usia Calving Pertama : 45.3 bulan
    • Panjang Laktasi : 300 hari
    • Calving Interval : 487 hari
  • Sifat Phenotypic
    • Tanduk : Kecil dan meringkuk
    • Warna : Hitam, Bintik putih di dahi, moncong, kaki; Walled eyes
    • Ukuran : Medium sampai besar dengan bingkai dalam
    • Dahi : Cembung kepala berat di tengah
    • Ekor : Panjang, peralihan umumnya putih
Kerbau Ravi dengan tanda-tanda: tinggi gumba, panjang badan, dan berat badan yang jantan 132,1 cm; 154,9 cm; dan 680,4 kg, sedang yang betina 127 cm; 149,8 cm; dan 635 kg. Kerbau ini mempunyai dahi yang datar, wall eyes yaitu iris mata berwarna putih, tanda putih pada bagian kepala, paha, ambing, dan bulu kipas ekor. Produksi susu dapat mencapai 4.000 Ibs dalam masa laktasi 250 hari.

3.  Kerbau Kundi

Kerbau Kundi pada mulanya diketemukan di daerah Sindhi sehingga dikenal sebagai Sindhi Murrah. Nama Kundi bermula dari istilah yang ditimbulkan oleh adanya bentuk tanduk kerbau ini yang mirip dengan bentuk pancing.

Tanda-tanda kerbau Kundi, warna kulit biasanya hitam tetapi ada juga warna coklat terang, dasar tanduk tebal, mengarah ke belakang, atas dan pada akhirnya melengkung membentuk ukiran seperti pancing. Dahi cukup menonjol, muka cekung dengan mata kecil dan bercahaya. Bentuk badan kecil, lebih kecil dari pada Nili atau Ravi. Tubuh bagian belakang massive dan mempunyai ambing yang besar dengan vena susu menonjol dan putingnya besar, seragam, dan berjarak lebar. Kerbau Kundi dikenal juga sebagai kerbau putih oleh karena adanya warna putih berbentuk bintang pada dahi. Tanda ini menyebabkan kerbau Kundi mendapat penilaian tinggi. Bagian tracak dan bulu kipas ekor berwarna putih. Berat badan rata-rata 320 - 450 kg dan produksi susu dapat mencapai 2.000 kg dalam masa laktasi 300 hari.

4.  Kerbau Surti

Kerbau Surti atau Surati adalah bangsa kerbau perah yang sangat dikenal di daerah Gujarat, negara bagian Bombay di antara sungai Mahi dan Sabarmati. Kerbau Surti dikenal sebagai penghasil susu yang baik, produksi susu rala-rata 1655,5 kg per laktasi dengan kadar lemak 7,5 %. Bentuk tubuh kerbau Surti besar dan baik, kaki agak pendek, tanduk termasuk menengah dan berbentuk bulan sabit, dan kulit berwarna antara hitam atau coklat, Terdapat warna putih berbentuk huruf V pada tubuhnya, yang satu terdapat di sekitar rahang bawah dari telinga sampai telinga satunya, dan yang lain terdapat diatas bagian brisket atau gelambir.

Kerbau Surti atau Surati
Kerbau Surti atau Surati

  • Habitat : South Western Gujarat
  • Sifat Produksi Rata-rata
    • Produksi Susu selama 305 hari : 1400 Kg
    • Usia Calving Pertama : 56.4 bulan
    • Panjang Laktasi : 290 hari
    • Calving Interval : 535 hari
  • Sifat Phenotypic
    • Tanduk : Sabit berbentuk, tumbuh ke bawah, ujung ke atas
    • Warna : Hitam dan coklat
    • Ukuran : Medium
    • Dahi : Panjang, panjang dan cembung di antara tanduk
    • Ekor : Panjang tipis fleksibel, peralihan umumnya putih
Bulu kipas ekor berwarna putih. Kerbau Surti dengan warna putih pada dahi, kaki dan bulu kipas ekor paling disukai. Muka dan moncongnya bersih dengan lubang hidung yang relatif besar, telinga berukuran sedang dengan warna kemerahan dibagian sebelah dalamnya. Leher cukup panjang dan pipih pada yang betina, tetapi tampak tebal dan masssive pada yang jantan. Tubuh pada ternak betina bagian depan sempit, semakin kebelakang semakin lebar dan besar, punggung lurus dan lebar serta gumba segaris dengan garis punggungnya. Ambing berkembang baik dengan Warna merah jambu dan puting berukuran sedang dengan jarak yang cukup lebar, dan vena susu kelihatan menonjol. Tinggi gumba, panjang badan dan berat badan yang jantan 130,8 cm; 154,2 cm dan 670 kg, sedang pada kerbau betina 124,5 cm, 138,4 cm; dan 540 kg.

5.  Kerbau Jaffarabadi

Kerbau Jaffarabadi
Kerbau Jaffarabadi
  • Habitat : Southern Gujarat
  • Sifat Produksi Rata-rata
    • Produksi Susu selama 305 hari : 1850 Kg
    • Usia Calving Pertama : 50.7 bulan
    • Panjang Laktasi : 300 hari
    • Calving Interval : 440 hari
  • Sifat Phenotypic
    • Tanduk : Melengkung ke bawah, tekan kepala
    • Warna : Hitam, Darn tan
    • Ukuran : Badan masif dengan leher panjang dan lembut
    • Dahi : Kepala berat dan lebar
    • Ekor : Medium

6.  Kerbau Mehsana

Kerbau Mehsana
Kerbau Mehsana
  • Habitat : Northern Gujarat
  • Sifat Produksi Rata-rata
    • Produksi Susu selama 305 hari : 1700 Kg
    • Usia Calving Pertama : 42.2 bulan
    • Panjang Laktasi : 310 hari
    • Calving Interval : 476 hari
  • Sifat Phenotypic
    • Tanduk : Sedikit melengkung ke atas, ke dalam
    • Warna : Hitam, Dark tan
    • Ukuran : Medium
    • Dahi : Lebar dan sedikit depresi di tengah
    • Ekor : Panjang, Beralih hitam, Coklat / biasa berwarna putih

7.  Kerbau Marathwada

Kerbau Marathwada
Kerbau Marathwada
  • Habitat : region of Maharashtra
  • Sifat Produksi Rata-rata
    • Produksi Susu selama 305 hari : 1000 Kg
    • Usia Calving Pertama : 55.7 bulan
    • Panjang Laktasi : 300 hari
    • Calving Interval : 435 hari
  • Sifat Phenotypic
    • Tanduk : Panjang sedang, sejajar dengan leher mencapai bahu
    • Warna : Hitam keabu-abuan sampai hitam pekat
    • Ukuran : Terang sampai sedang, Perawakannya kompak
    • Dahi : Wajah sempit panjang, Tanda putih di kepala biasa
    • Ekor : Pendek, peralihan umumnya putih

 

Kerbau Rawa (Swamp Buffalo)

  • Nama Kerbau rawa muncul dari habitat aslinya di daerah rawa. Di daerah tertentu, ternak liar juga bergerak dengan kerbau yang jinak. Berbagai nama daerah juga diberikan.
Varietas khas kerbau rawa: Tana Toraja, Sulawesi Tengah
  • Kulitnya berwarna abu-abu namun seiring bertambahnya usia berubah menjadi batu tulis biru. Warna abu-abu gelap memberi warna putih yang biasa. Tanduk tumbuh secara lateral dan horizontal pada hewan muda dan melengkung bulat dalam lingkaran setengah lingkaran pada yang lebih tua. Di Thailand bentuk dan ukuran tanduk bervariasi dari tanduk pendek hingga tanduk lurus panjang.
  • Hewan-hewan itu dibangun dengan baik. Tubuhnya pendek dengan perut pancing. Dahi datar, orbitnya menonjol dan wajahnya pendek. Leher panjang dan kakinya pendek dan tipis. Ekornya pendek mencapai hocks. Arusnya kecil dan terbenam jauh di kaki. Bobot dalam tipe kecil adalah antara 300-450 kg namun pada tipe yang lebih besar 450-550 kg.
  • Kerbau rawa adalah hewan kerja dari daerah pertanaman padi. Penggunaan utamanya adalah membajak dan menyirami sawah. Ini juga digunakan untuk gerobak dan kereta luncur dan memiliki kemampuan pengangkutan yang luar biasa. Hasil susu sangat rendah (maksimal sekitar 488 liter) dan umumnya tidak digunakan sebagai hewan perah.
  • Hewan seperti daerah rawa. Bagian terpanas hari dihabiskan di berkubang dan penggembalaan aktif ada di pagi dan sore hari.
  • Kerbau rawa adalah hewan rancangan yang baik di daerah penanaman padi. Hasil susu / laktasi kurang dari 500 l.


Leave a Reply to "Bangsa-bangsa ternak kerbau dan Karakteristinya"

Post a Comment

silakan berkomentar dengan sopan yah :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel